Menurut Mulyanto, kata pendaftaran dan pengguna BBM bersubsidi hanya menjadi biang keladi kegaduhan dan memunculkan histeria publik, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki akses ke aplikasi MyPertamina. “Jadi sudahlah, Pertamina tidak usah bikin gaduh,” tegas Mulyanto.
Menurut Mulyanto, Pertamina perlu membangun komunikasi publik yang lebih baik dengan kalimat-kalimat yang sederhana, mudah dimengerti dan adem bagi publik. “Dari pada ribet, lebih baik pendataan aplikasi MyPertamina ini dibatalkan saja, tunggu sampai revisi Perpres No. 91/2014 terbit,” pungkas Mulyanto.(*)






