KOTA SUKABUMI

Tinggi, Respons Sukabumi Terhadap KB

×

Tinggi, Respons Sukabumi Terhadap KB

Sebarkan artikel ini

CIBEUREUM – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Ribka Tjiptaning menilai respons warga masyarakat Kota Sukabumi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten Sukabumi untuk penggunaan KB.

Penggunaan keduanya disebutkan Kota Sukabumi sudah menembus angka 70 persen dibandingkan dengan Kabupaten Sukabumi yang menembus angka dibawah 50 persen.

Bank bjb Tandamata

“Kalau Kota lebih bagus ya, dibandingkan Kabupaten. Ini mungkin karena di Kabupaten penduduknya lebih banyak dan wilayahnya lebih luas,” paparnya kepada Radar Sukabumi.

Ribka menuturkan penggunaan KB yang sedikit, disebabkan karena minimnya informasi. Disamping jumlah penduduk dan wilayah yang luas menjadi paktor minimnya respon masyarakat terhadap penggunaan KB.

Penyebabnya karena minim informasi, berbeda dengan Kota Sukabumi selain dikarenakan luas wilayahnya yang relatif kecil, penyebaran informasinya cukup bagus sehingga respons warga jauh lebih cepat.

Dari alasan tersebut, kata Ribka, dirinya terus mendorong agar sosialisasi gencar dilakukan. Supaya, angka kelahiran minim dan ledakan penduduk bisa ditekan dengan baik.

“Kita dengan menggandeng dari BKKBN terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat secara langsung. Sehingga minimnya angka penggunaan KB di masyarakat Kabupaten Sukabumi dibandingkan dengan Kota Sukabumi nantinya akan sama,” bebernya.

Upaya sosialisasi untuk meningkatkan penggunaan KB, terus digalangkan baik melalui media maupun dengan anggota DPR turun ke masyarakat secara langsung.

Dikatakannya ini merupakan wujud keseriusan PDIP untuk menyampaikan informasi terkait program BKKBN untuk masyarakat. Harapannya kedepan angka penggunaan KB di Daerah akan meningkat.

Ribka yang juga bergelar dokter ini berharap, masyarakat di Kota maupun Kabupaten Sukabumi menjadi asseptor KB paling tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Harapan kita ya, tingkat penggunaan tinggi supaya nanti tingkat kelahiran penduduk bisa dikendalikan dan yang pasti tidak ada ledakan penduduk,” harapnya. (sbh/d)