Ditemui dilokasi, Veni (32) ibu rumah tangga asal Kecamatan Citamiang mengaku, penurunan harga olahan makanan berbahan kedelai tersebut merupakan kabar baik baginya. Karena memang, nyaris setiap hari ibu berhijab ini selalu menghidangkan tahu dan tempe di rumahnya.
“Ya, bagi kami dan ibu-ibu lainnya ini kabar gembira berapapun penurunan harganya. Apalagi saya itu hampir tiap hari selalu ada tempe dan tahu untuk teman makan,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Sihombing menambahkan, hasil monitoring pekan ini harga kedelai berkisar Rp 9000 dalam setiap kilogramnya.
“Hasil monitoring bahan pokok penting pada pekan ini, harga kedelai Rp 9000 dalam satu kilogramnya. Tidak ada kenaikan ataupun penurunan harga dibandingkan dengan hasil survei pekan sebelumnya,” pungkasnya. (upi/t)






