Tak hanya itu, anggaran yang bergelimpangan di tubuh DPRD Kota Sukabumi itu, apakah sudah memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi. Ataukah hanya menikmati perjalanan dinas yang tidak membuahkan hasil untuk Kota Sukabumi.
“Perjalanan dinas seperti kunker dan Stuba, apakah itu cukup efektif untuk menghasilkan sebuah kebijakan yang mendorong pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Apalagi anggaran perjalanan dinas yang dilakukan oleh dewan itu bukan anggaran yang sedikit, tentunya ini harus dikoreksi,” jelasnya.
Selain itu, pengawasan DPRD yang sangat lemah, contohnya saja seperti pembangunan pasar pelita yang tak kunjung usai.
Bagaimana peran DPRD Kota Sukabumi dalam mendorong agar pembangunan pasar pelita itu cepat selesai. “Sudah kah dilakukan oleh anggota dewan, dimana peran fungsi kontroling dan pengawasannya,” tandasnya.
Disisi lain, PMII Kota Sukabumi mengucapkan selamat kepada DPRD Kota Sukabumi yang telah menginjak 1 tahun kinerja DPRD Kota Sukabumi. Berbagai kinerja sudah ditorehkan untuk Kota Sukabumi.
Namun satu tahun ini mungkin waktu yang singkat dalam mengarungi perjalanan program kerja yang telah digaungkan oleh anggpta DPRD sesuai dengan Tupoksi, baik sebagai jabatan melekat anggota dewan atau pun tugas disetiap komisi masing-masing.
“Tapi apakah satu tahun ini rasanya sudah cukup merealisasikan program-progam unggulan yang digaungnya saat menuju gedung DPRD Kota Sukabumi pada waktu lalu?,” jelasnya. (bal)






