Tidak hanya itu, Fahmi juga mendorong setiap SKPD untuk terus berinovasi dalam pelayanan. Seperti halnya di Disdukcapil sendiri bisa melakukan konsolidasi dan inovasi tambahan oleh kepala dinas yang baru dilantik.
Contohnya memberikan kado pernikahan berupa perubahan KTP dan kartu keluarga yang baru menikah. Selain itu ketika ada warga melahirkan diberikan kado terindah pembuatan dokumen kependudukan KK yang berubah dan akta kelahiran serta kartu identitas anak.
“Kado ini jadi sesuatu yang dikenang masyarakat dan senang,” pintanya. Di sisi lain masa pengabdian kepada warga terbatas yakni wali kota pejabat politik maksimal 10 tahun dan ASN usia 58 tahun dan 60 tahun.
Dalam masa pengabdian yang terbatas itu torehkan prestasi yang terbaik. Khusus ASN, banyak warga yang ingin menjadi aparatur dengan ikut CPNS 2019 yakni formasi hanya 114 dan diperebutkan oleh peserta 3.001 orang.
“Sulit jadi PNS mari kita tingkatkan kinerja dengan berbagai keberkahan yang didapatk dan yang belum PNS insya Allah Allah yang mengatur rezekinya,” ungkapnya. (cr1/t)






