Diakui dia, KPA akan terus melakukan upaya pencegahan sedini mungkin serta melakukan mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat, agar bisa mengatahui bahaya HIV/AIDS.
Sehingga masyarakat mulai mengurangi aktivitas yang akan menyebabkan seseorang bisa terkena dengan penyakit mematikan tersebut.
“Lebih ke edukatif pencegahan kita, dengan lembaga yang terkait kita terus kordinasi dan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Lensa dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi,” katanya.
Sambung Fifi, saat ini tugas KPA dinilai cukup berat, sebab saat ditemukan kasus baru, pihaknya harus mempertahankan para pengidap HIV/AIDS agar konsisten menjalani pengobatan.
Karena tidak sedikit yang berhenti pengobatannya ditengah jalan. Bukan hanya itu KPA pun meminimalisir kematian di lingkungan Orang dengan Pengidap HIV/AIDS.
“Banyak gagal Folow up untuk orang yang mengidap penyakit ini, sehingga mereka tidak lanjut mengkonsumsi Arv dan disini dukungan keluarga sangat penting, karena lingkungan yang sangat berpengaruh,” pungkasnya
(cr17/t)





