“Semangat gotong royong dan pemanfaatan lahan sempit adalah ciri khas Citamiang,” ucapnya.
Jika lolos ke tahap berikutnya, Kelurahan Citamiang akan mempresentasikan inovasi tersebut di hadapan tim penilai provinsi sebagai contoh praktik terbaik pemberdayaan masyarakat.
“Dengan kreativitas, komitmen, dan kolaborasi, kami ingin membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari polybag sayuran di halaman kantor. Dari sana, lahir gerakan cegah stunting yang membawa harum nama Sukabumi,” pungkas Dory.(bam/d)






