KOTA SUKABUMI

Pemkot Sukabumi Luncurkan Gerakan Sosial Kolaboratif: “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah”

×

Pemkot Sukabumi Luncurkan Gerakan Sosial Kolaboratif: “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah”

Sebarkan artikel ini
AKSI SOSIAL: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menyantuni salah seorang warga di Kelurahan Subangjaya, Minggu (2/11).
AKSI SOSIAL: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menyantuni salah seorang warga di Kelurahan Subangjaya, Minggu (2/11).

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mengubah pendekatan bantuan sosial menjadi gerakan sosial kolaboratif melalui program “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah”. Program ini menggabungkan penyaluran bansos, pelayanan kesehatan gratis, pemberdayaan UMKM, dan aksi kebersihan lingkungan dalam satu kegiatan terpadu.

Kegiatan perdana digelar di Kelurahan Subangjaya, Minggu (2/11), dengan kehadiran langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Mereka menyapa warga, menyerahkan bantuan, dan meninjau langsung pelaksanaan program di lapangan.

Bank bjb Tandamata

“Pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Kami ingin hadir langsung, melihat, mendengar, dan berbuat nyata untuk masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Program ini mencakup lima titik pembagian bantuan bagi kelompok pemerlu atensi sosial dan tiga titik layanan kesehatan gratis yang melayani sekitar 100 warga. Selain itu, digelar pula kegiatan Grebek UMKM dan pelaksanaan Program 12 PAS sebagai dukungan terhadap pelaku usaha kecil.

Ayep menegaskan bahwa “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” merupakan integrasi dari berbagai program sosial dan ekonomi, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Operasi Merah Putih, dan layanan kesehatan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini bisa memperkecil kesenjangan sosial dan memperkuat solidaritas warga Sukabumi,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi Karang Taruna Kelurahan Subangjaya yang rutin menggelar aksi bersih lingkungan. Sebagai bentuk penghargaan, Wali Kota menyerahkan bantuan langsung kepada Karang Taruna yang dinilai berperan aktif menjaga semangat gotong royong.

“Gerakan sosial tidak bisa berdiri sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama. Hari ini kita buktikan bahwa pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bisa berkolaborasi,” tambah Ayep.