KOTA SUKABUMI

Faktor Ekonomi, Pemuda Asal Bogor Rela Akhiri Hidup di Cikole

×

Faktor Ekonomi, Pemuda Asal Bogor Rela Akhiri Hidup di Cikole

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP: Sejumlah personel Polsek Cikole saat melakukan olah TKP di toko Optik Raffo di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Jumat (10/1). (FT: IST)
OLAH TKP: Sejumlah personel Polsek Cikole saat melakukan olah TKP di toko Optik Raffo di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Jumat (10/1). (FT: IST)

SUKABUMI — Gara-gara faktor ekonomi, seorang pria berinisial MH (33) yang rela menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri (Gandir) di toko Optik Raffo Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Jumat (10/1).

Korban yang diketahui asal warga Kampung Ciletuh, Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ini, diketahui keluarganya sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan tali tambang hijau yang di ikat di batang kayu talang atap lantai tiga.

Bank bjb Tandamata

Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Humas Polres Sukabumi Kota IPDA Ade Ruli menjelaskan, anggota Reskrim Polres Sukabumi kota (unit identifikasi) dengan Kapolsek Cikole mendapatkan informasi telah ditemukan satu orang laki-laki meninggal dunia di dalam toko Optik Raffo sekitar pukul 10.25 WIB.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan pengecekan sekaligus olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),” jelas Ade kepada Radar Sukabumi, Jumat (10/1).

Pada saat anggota piket Reskrim dan Kapolsek Cikole telah melakukan cek TKP sekitar pukul 10.25 WIB, posisi korban sudah diturunkan dari tali tambang yang mengikat leher oleh keluarga korban.

“Posisi korban sudah dibaringkan di ruangan toko Optik Raffo oleh pihak keluarga korban. Adapun, sejumlah barang bukti yang ditemukan diantaranya, tali tambang hijau, satu unit Handphone Oppo, satu unit casan Handphone, Kartu Tanda Penduduk dan dompet,” ujarnya.

Diduga, korban melakukan aksi nekat dengan mengakhiri hidupnya tersebut akibat faktor ekonomi. “Ya, dugaan korban melakukan gantung diri karena masalah ekonomi. Sementara, hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban, munculnya lebam mayat yang wajar di tubuh korban dan keluar kotoran di bagian anus korban,” cetusnya.

Menurutnya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi karena menganggap peristiwa tersebut murni bunuh diri. “Keluarga korban menolak dilakukan otopsi sehingga dibuatkan pernyataan penolakan otopsi,” pungkasnya. (bam/d)