Cerita Driver Taksi Online Sukabumi yang Isi BBM Pertalite Pukul 14.31 WIB

Momen ketika driver taksi online di Sukabumi mengisi BBM Pertalite dengan harga yang resmi naik di SPBU Jalur, Sukabumi, Sabtu (3/9).

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar mengalami kenaikan mulai Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB. Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter. Dan harga Solar Subsidi dari Rp 5.150 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter. Kenaikan harga juga terjadi pada BBM Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Namun, ada cerita menarik di balik kenaikan harga BBM tersebut. Cerita tersebut datang dari salah seorang driver taksi online di Sukabumi yang bernama Benny Rahmat.

Benny mengaku telah mengetahui berita kenaikan harga BBM tersebut. Untuk itu, dia langsung mendatangi SPBU di Jalur, Sukabumi sekira pukul 14.00 WIB.

“Jadi pas saya sampai di SPBU, itu sudah banyak kendaraan yang antre. Ya mobil, ya motor. Ya sudah pasti tujuannya biar bisa dapat harga yang Rp7.650 per liter,” kata Benny kepada Radar Sukabumi.

Hingga tiba giliran Benny untuk mengisi BBM Pertalite. Dia pun waswas, sebab jam di menunjukkan pukul 14.29 WIB. Artinya hanya ada waktu satu menit agar bisa mendapatkan harga BBM Pertalite yang lama.

Namun dewi fortuna belum berpihak kepada Benny. Saat dia akan memajukan mobil mendekati mesin pengisian, jam pun berubah menjadi pukul 14.31 WIB.

“Jadi gak keburu. Selang beberapa menit, mengantre. Pas giliran saya, disetop. Sudah jam setengah 3, sudah resmi kenaikan harganya. Aduh. Ya mau gimana lagi. Jadi bisa dibilang saya itu salah satu pelanggan pertama harga Pertalite yang baru. Jadi saya belinya 4 liter saja. Harganya Rp40.000,” ucapnya lirih sembari tertawa kecil.

Penampakan harga BBM Pertalite Rp10.000 per liter pada mesin operator di SPBU Jalur Sukabumi

Benny pun mengaku tidak bisa berkomentar banyak terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Sebagai rakyat dan pelanggan BBM, Benny hanya bisa berharap semoga mendapatkan rezeki yang lebih lagi untuk bisa memenuhi kebutuhannya membeli BBM. Namun sebagai driver taksi online, tentu hal ini akan menjadi catatan besar. Maka ada kemungkinan tarif angkutan online pun akan menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM.

“Ya saya kira pasti ada perubaham tarif juga. Tapi belum tahu kapan. Kalau tidak ada kenaikan tarif, ya bagaimana nasib kita?” tuturnya. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.