RADARSUKABUMI.com – Hernia, atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak.
Jenis-jenis hernia :
1. Hernia inguinalis yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
2. Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.
3. Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.
4. Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.
5. Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini.
6. Hernia Spigelian yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.
7. Hernia diafragma yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
8. Hernia epigastrik yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
9. Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.
Hernia bisa merupakan suatu penyakit bawaan, disebut sebagai hernia kongenital, terjadi sejak bayi lahir akibat prosesus vaginalis yang tidak menutup sempurna saat bayi dalam kandungan. Atau hernia yang timbul karena adanya faktor pemicu atau disebut hernia akuisita.
Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
a. Konstipasi yang menyebabkan pengidapnya harus mengejan.
b. Kehamilan yang akan meningkatkan tekanan dalam perut.
c. Kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
d. Penumpukan cairan di dalam abdomen (rongga perut).
e. Mengangkat beban yang berat.
f. Kelebihan berat badan atau obesitas.
g. Batuk berkepanjangan.
Pemeriksaan hernia umumnya menggunakan USG. Penyakit melemahnya dinding perut ini sering dianggap sepele karena jarang memiliki gejala. Tetapi, hernia juga dapat mengakibatkan gangguan usus atau terhambatnya aliran darah pada jaringan hernia yang terjepit.
Kedua komplikasi di atas adalah kondisi gawat darurat. Anda dianjurkan untuk segera ke rumah sakit jika mengalaminya. Risiko terjadinya komplikasi akibat hernia cenderung berbahaya. Karena itu, dokter umumnya menganjurkan para penderita hernia untuk menjalani operasi.
Meski demikian, ada juga jenis hernia yang tidak membutuhkan operasi. contohnya Hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri.
Terdapat sejumlah faktor pertimbangan yang akan memengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi, yaitu:
1. Kondisi kesehatan pasien. Operasi akan sulit dilakukan apabila kondisi kesehatan pasien buruk.
2. Isi hernia. Ada hernia yang berisi bagian usus, otot, atau jaringan lain.
3. Gejala yang dialami. Ada hernia yang tidak memiliki gejala dan ada yang menyebabkan rasa sakit.
4. Lokasi hernia. Hernia femoralis dan hernia yang muncul di daerah selangkangan lebih membutuhkan operasi dibandingkan hernia di daerah perut.
Semua operasi memiliki risiko tertentu. Karena itu, dokter spesialis bedah akan menjelaskan semua manfaat serta risiko dari prosedur operasi yang akan Anda jalani. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share Artikel ini kepada kerabat maupun keluarga dirumah yaaa…Salam semakin sehat dari kami, Keluarga besar RS Betha Medika.(*)
Oleh : rs betha medika
Kepala Penunjang Medis RS Betha Medika





