“Tentunya, dari hasil musyawarah ini, dunia olahraga di Kabupaten Sukabumi, tantangannya ke depannya akan semakin berat. Makanya, kepengurusan Koni yang baru terpilih, harus kerja lebih ekstra lagi,” jelasnya.
Masih kata Marwan, untuk tahun ini hingga 2024 sampai 2025, anggaran untuk Koni Kabupaten Sukabumi, masih mungkin bisa untuk dikawal. Namun, nanti yang melanjutannya harus dapat menjawab persoalan-persoalan yang di sampaikan oleh Koni Kabupaten Sukabumi.
Terlebih, kondisi keuangan saat ini sangat sulit, lantaran kebijakan perintah pusat banyak mengalihkan mata anggaran, harus disikapi oleh pemerintah daerah, untuk bisa melihat mana yang menjadi skala prioritas atau urgenci dari anggaran tersebut.
“Kalau terpaku terhadap anggaran itu, nanti salah satunya KONI akan terpotong. Jika tidak ada prioritas anggaran KONI. Persoalannya akan dilihat dari cara sudut pandang, bagaimana anggarannya berbanding lurus dengan torehan prestasi Koni,” bebernya.
Masih ditempat yang sama, Ketua Umum Koni Jawa Barat, Muhammad Budiana menjelaskan, Muskorkab Koni ini rutin dilaksanakan di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Bara, termasuk Koni Pusat. “Alhamdulillah, Koni Kabupaten Sukabumi telah melaksanakan Muskorkab ke-VII. Ini menjadi ajang pelaporan pertanggung jawaban, selama selama satu periode kepemimpinan dan pemilihan ketua umum baru,” jelasnya
Dihadapan Bupati Sukabumi, ia berpesan kepada seluruh insan olahraga dan pengurus olahraga Kabupaten Sukabumi, untuk menjadikan Muskorkab Ke-VII ini, menjadi momentum dalam rangka mengevaluasi, baik itu organisasi maupun prestasinya. “Saya berharap untuk Ketua Koni Kabupaten Sukabumi terpilih, tentunya mengucapkan terimakasih. Karena di Porprov ke-14 kemarin, peringkat Koni Kabupaten Sukabumi dari peringkat 17 menjadi peringkat ke 13,” pungkasnya. (den/d)





