SUKABUMI – Puluhan relawan dan satuan tugas (Satgas) penanggulangan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dilatih berhitung cepat. Hitungan yang diajarkan kali ini merupakan hitungan kerugian akibat bencana.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Agus Muharam menjelaskan, pelatihan yang bertemakan damage and losses assessment (Dala) ini bertujuan untuk memberikan kemampun kepada para relawan dan Satgas penanggulangan bencana dalam menghitung kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam.
“Petugas yang terlibat dalam penanggulangan bencana ini agar dapat lebih memahami metode dan cara penghitungan kerugian akibat bencana,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (28/3).
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, diikuti oleh 20 relawan dan Satgas penanggulangan bencana. Harapannya, pasca mengikuti pelatihan tersebut kapasitas teknis petugas dapat meningkat.
“Penghitungan kerugian yang diakibatkan bencana tentunya cukup berpengaruh terhadap penanganan pasca bencana terjadi, dengan pelatihan ini mereka dapat mengetahui metode cara menghitungnya,” imbuhnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani menambahkan, rangkaian proses penilaian kerusakan, kerugian dan kebutuhan dilakukan melalui pengkajian kebutuhan pasca bencana. Untuk itu, kemampuan menghitung kerugian ini perlu dikuasai oleh setiap petugas penanggulangan bencana.
“Pengkajian kebutuhan pasca bencana ini merupakan instrumen pemerintah dalam menyusun kebijakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Jadi, penghitungan yang akurat harus benar-benar dikuasainya,” tambahnya.
Sementara itu, Relawan BPBD Kecamatan Cisaat, Imam Ismail mengaku, materi yang sampaikan pada pelatihan tersebut penting baginya dalam bertugas dilapangan. Sebab, relawan yang ada disetiap kecamatan inilah yang biasanya pertama mengetahui, melaporkan bencana.
“Materi yang disampaikan menjadi metode pendukung cara kerja dilapangan dalam penghitungan yang akurat,” singkatnya.
(Cr15/d)



