“ASN sendiri dituntut untuk optimal dalam kinerjanya. Mereka harus bisa membuat program yang berdaya guna serta bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, praktisi Pemuda Sukabumi, Hamzah Gurnita mengungkapkan, meskipun usianya baru menginjak dua tahun, selain penghargaan juga perubahan disejumlah bidang sudah mulai terasa. Kondisi ini tentunya harus diakui oleh seluruh elemen warga Kabupaten Sukabumi.
“Ini tidak boleh kita lupakan, meskipun baru dua tahun, perubahannya sudah terasa,” ujar Hamzah kepada Radar Sukabumi.
Politisi Partai Hanura Kabupaten Sukabumi ini mengaku, perjalanan kepemimpinan Marwan-Adjo selama ini, ada beberapa pihak yang pro dan kontra terhadap gaya memimpin keduanya. Namun menurut Hamzah, perbedaan pendapat itu merupakan hal yang biasa terjadi dalam tatanan pemerintah. “Wajar saja kalau timbul demikian, itu bagian dari dinamika kepemimpinan,” imbuhnya. (ren)






