Pemda Kabupaten Sukabumi

Cisaat Penyumbang Suspect HIV Terbanyak

×

Cisaat Penyumbang Suspect HIV Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukabumi Marwan Hamami
Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahan penghargaan kepada relawan peduli Aids di Gor Pemuda Cisaat, Kecamatan Cisaat.

CISAAT — Hingga September 2019, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi menemukan sebanyak 108 suspect kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sementara, jumlahnya didominasi Laki Suka Laki (LSL).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, terhitung dari 2014 hingga September 2019 terdapat 887 kasus yang ditemukan. “Kasus ini hampir menyebar di setiap kecamatan, tetapi yang terbanyak ditemukan di Kecamatan Cisaat dengan jumlah sekitar 70 orang.

Bank bjb Tandamata

Makanya hari ini kami menggelar peringatan Hari AIDS se dunia ini di kecamatan ini,” kata Sekertaris KPA Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari kepada wartawan, (10/12).

Damayanti melanjutkan meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini yakni antiretroviral (ARV).

“Penderita HIV ini bisa mendatangi Klinik Melati yang memberikan pelayanan dan pengobatan ARV,” paparnya.

Virus yang mematikan ini, sambung Damayanti, jika tidak segera diobati dalam kurun waktu 10 tahun bakal meningkat menjadi AIDS. “Ya, kalau tidak diobati selama 10 tahun akan masuk pada fase AIDS. Kalau yang AIDS itu ada beberapa yang sudah meninggal,” ucapnya.

Adapun, penyebaran virus HIV ini melalui seks bebas, napsa suntik, narkoba, dan lain sebagainya. Menurutnya, untuk menekan kasus tersebut perlu adanya kerjasama yang terjalin baik dengan semua elemen untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahanyanya HIV.

“Tentunya dalam penanganan HIV ini tidak bisa dilakukan hanya pemerintah saja tetapi harus dengan semua elemen. Mudah-mudahan ke depan kasus ini bisa ditekan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, pentingnya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi. Sebab itu, semua elemen harus bersama-sama bisa menanggulangi persolan tersebut.

“Mari kita bersama berbuat bagi negeri, bagaimana ke depan tidak hanya AIDS tapi seluruh permasalahan kemasyarakat harus bisa kita tanggulagi bersama,” tuturnya.

Marwan meminta, Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat meningkatkan pelayanan di 58 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sukabumi untuk menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan tes HIV secara rutin.

“Saya berharap bukan semakin banyak puskesmas, namun harusnya semakin banyak jangkauan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan selanjutnya komunikasi yang harus terjalin dengan baik sehingga penyebaran

AIDS bisa diidentifikasi dan cepat ditangani,” jelasnya.

Marwan menambahkan, untuk mendorong masyarakat menjadi sehat, tidak cukup perangkat daerah saja tapi semua elemen harus terlibat.

“Membangun generasi muda akan semakin sulit jika tanpa kepedulian, Sukabumi sehat Indonesia sehat harus dimulai dari perilaku dan peran keluarga yang paling utama,” pungkasnya. (bam/d)