PALABUHANRATU – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman tegaskan ratusan peserta dari berbagai wilayah kabupaten kota se- Indonesia pastikan hadir mengikuti event HCS (Healthy Cities Summit) 2024 di Grand Inna Samudra Beach Hotel.
Ade mengatakan, gelaran HCS 2024 di Kabupaten Sukabumi ini akan berlangsung sejak Minggu, 28 Juli sampai 31 Juli 2024 nanti, yang awalnya berdasarkan perhitungan jumlah peserta ditargetkan diangka 600 peserta, namun karena berbagai kendala.
“Kemarin kan kita mungkin situasi pilkada, kemarin data yang masuk para kepala daerah yang sudah cek diangka 17 kepala daerah, jadi mungkin diangka 200 atau 300 peserta kota kabupaten yang datang hari Minggu ini,” ujar Ade Suryaman.
“Mereka (peserta- red) datang kesini kabupaten Sukabumi, ini kan ada forum jadi mereka yang mengurusnya bukan kita. Ada pendaftaran kan bagi mereka, itu bukan masuk ke pemda, karena kan pendaftaranya ada EO nya ada forumnya jadi mereka masuk ke EO, bukan masuk ke pemda untuk niaya penginapan, untuk mendapatkan materi, peningkatan HCS untuk kabupaten kota,” imbuhnya.
Adapun target dari event HCS tersebut, Ade menegaskan Kabupaten Sukabumi telah mendapat penghargaan jadi salah satunya dalam event sama yang diadakan di Semarang, dan di kota Tangerang yang sudah mendapatkan penghargaan itu.
“Nah tahun ini ingin diadakan biasanya kan kota, sekarang ingin inikan hajat nasional, sekarang ingin dilaksanakan di kabupaten, jadi kabupaten Sukabumi yang dipilih karena sudah mendapat penghargaan itu,” terangnya.
Untuk itu Ade berharap dengan di gelarnya event HCS 2024 di Kabupaten Sukabumi selain ajang promosi wilayah kabupaten Sukabumi yang kaya akan pariwisata juga pemberdayaan masyarakatnya, serta mengaharapkan pada waktu peserta datang mereka merasa berkesan untuk kabupaten Sukabumi.
“Juga berharap dari misalnya pemerintah pusat, seperti kita akan promosikan yang rumah sakit, kan ada beberapa tatanan didalam healthy cities summit ada 9 tatanan, salah satunya pariwisata sehat, terus perkantoran sehat, permukiman sehat, pada waktu kesehatan misalnya kan nanti akan ditunjukan yaitu rumah sakit sekarwangi, rumah sakit sekarwangi nantinya ingin dijadikan rujukan untuk penyakit jantung,” bebernya.
“Kan nanti dari kemenkes akan hadir juga kesini, nah itu akan ditinjau sampai sejauh mana, teruslokasi daerah yang benar benar yang puskesma sehat nantinya ada di Nagrak, rencana nanti seperti salah satunya untuk penilaian,” sambungnya.






