Melihat Geliat Pengrajin Gula Aren di Masa Pademi Covid-19

  • Whatsapp
DIMASAK : Istri Nurjani (59) di Kampung Pasir Dulang, Desa/Kecamatan, Gegerbitung, saat memasak air nira dari pohon aren untuk di olah menjadi gula aren alami, Selasa (29/12).

Susuri Jalan Terjal, Susah Menjual, Harga ‘Terjungkal’

Menghadapi situasi sulit di masa pandemi Covid-19, membuat sebagian besar orang berupaya untuk bertahan hidup dengan berbagai cara. Salah satu peluang usaha yang jadi andalan saat pandemi adalah pembuatan gula aren. Seperti yang dilakukan warga di Kampung Pasir Dulang, Desa/Kecamatan, Gegerbitung.

Bacaan Lainnya

LaporanDendi Koswara Dikusumah, Gegerbitung

Pandemi virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sukabumi, tak hanya menjadi ancaman serius bagi manusia, tapi juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi warga. Salah satunya, terhadap para pengrajin gula aren di Kampung Pasir Dulang, Desa/Kecamatan, Gegerbitung.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah seorang pengrajin gula aren di Kampung Pasir Dulang, Desa/Kecamatan, Gegerbitung, Nurjani (59) dalam setiap pagi harinya, Nurjani pergi ke kebun dengan berjalan kaki seorang diri sambil membawa dua alat yang terbuat dari bambu untuk mengambil air nira dari pohon aren.

Dirinya harus berjibaku demi mendapatkan bahan gulan aren alami dengan menyusuri hutan dan jalan yang terjal serta berliku.

“Iya, jaraknya sekitar 1,5 kilometer lebih. Kalau lagi musim hujan seperti sekrang ini, masih ada air arennya. Tapi untuk mengambilnya itu yang susah, karena tangkai arennya licin karena sering diguyur hujan seperti ini,” kata Nurjani kepada Radar Sukabumi, Selasa (29/12).

Di Kampung Pasir Dulang ini, ujar Nurjani, terdapat sekitar delapan warga yang membuat gula aren alami seperti ini. “Kalau lagi bagus dapat enam kilogram sehari, tapi kalau lagi jelek paling setengah kilogram. Dalam satu kilogramnya, gula aren itu kami jual sekitar Rp20 ribu. Sementara, untuk satu bronjongnya atau tiga kilogramnya kami jual sekitar Rp55 ribu atau Rp50 ribu,” timpalnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, di Kedusunan Bongas, khususnya di Kampung Pasir Dulang, sejak dulu sampai saat ini dikenal sebagai sentra pembuatan gula aren alami. Bahan pembuatan gula aren asli diambil dari air nira pohon aren yang berada di wilayah tersebut.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *