KABUPATEN SUKABUMI

Keluarga Korban Bentrok Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur Minta Pelaku di Proses

×

Keluarga Korban Bentrok Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur Minta Pelaku di Proses

Sebarkan artikel ini
Keluarga korban tak kuasa menahan tangis saat kedatangan jenazah Endang (49) di Kampung Cikadu, RT 01/09, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang yang merupakan korban bentrokan dua ormas.

“Jadi setelah ditabrak, sepupu saya ini langsung dibacok di bagian kepalanya dan badannya. Itu yang menjadi permasalahan. Sepengetahuan saya, itu yang nabraknya menggunakan mobil Nissa Terano hitam. Jadi ditabrak dulu, setelah itu dibacok,” timpalnya.

Apabila berbicara persoalan, dirinya menjelaskan bahwa memang sebelumnya telah terjadi bentrokan di sekitaran minimarket Sukalarang. Karena ada pemuda yang mabuk-mabuk antara pemuda. Namun, persoalanya sudah ditengahi dan sudah selesai serta damai.

Bank bjb Tandamata

“Nah besoknya, datang lagi ada yang mencari sepupu saya itu dan terjadi bentrok dengan anak-anak ormas tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, rencananya almarhum tersebut telah mendatangi ormas tersebut dengan maksud dan tujuan untuk melerai persolaan tersebut.

Karena waktu perdamaian, almarhum itu berada di lokasi. “Jadi dia kesana karena ada yang mencari. Maksudnya mau mendamaikan. Kan kemarin sudah diselesaikan. Namun ternyata malah dihantam atau ditabrak dari belakang lalu dibacok,” beber Torik.

Untuk itu, saat ini pihak keluarga berharap dan meminta kepada penegak hukum agar mengusut kasus tersebut sampai tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Harus betul-betul ditekagakan dan jangan sepotong-sepotong. Apa yang terjadi mulai dari Sukalarang sama Pos yang ada di Gekbrong, nah itu yang harus diangkat ke permukaan. Terutama kita meminta bantuan dari pada teman-teman jurnalis agar bisa membantu untuk meluruskan masalah ini,” tandasnya.

Sementara itu tetangga korban, Ade Samsudin (55) mengatakan, korban merupakan orang yang baik dan berjiwa sosial tinggi. Selain pandai bergaul, korban juga kerap peduli terhadap warga.

“Almarhum ini sering membantu warga. Bahkan, jiwa warga ada yang nganggur (tidak berkerja, red), almarhum sering membantunya untuk bekerja ke pabrik-pabrik. Bukan hanya itu, almarhum itu juga sering berbagi,” katanya.

Semasa hidupnya, almarhum merupakan tokoh masyarakat dan kerap membantu warga dalam menciptakan keamandan di kampungnya.