Keluarga Korban Bentrok Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur Minta Pelaku di Proses

  • Whatsapp
Keluarga korban tak kuasa menahan tangis saat kedatangan jenazah Endang (49) di Kampung Cikadu, RT 01/09, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang yang merupakan korban bentrokan dua ormas.

SUKABUMI – Proses pemakaman korban bentrok organisasi kemasyarakatan (Ormas) di perbatasan Sukabumi-Cianjur diwarnai isak tangis keluarga korban. Korban sendiri bernama Endang (49) warga di Kampung Cikadu, RT 01/09, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di lokasi, korban sebelum dikebumikan oleh pihak keluarganya, terlebih dahulu dilakukan autopsi di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Tepat sekira pukul 14.04 WIB, jenazah tiba di rumah duka dengan diantarkan menggunakan mobil ambulance.

Bacaan Lainnya

Setiba di lokasi, sontak keluarga dan kerabat korban menetaskan air mata. Bahkan, tidak sedikit pihak keluarga korban yang nangis histeris. Setelah itu, jenazah pun langsung di sholatkan di masjid yang berada di depan rumah duka bersama pihak keluarga dan teman-teman korban.

Tampak di lokasi rumah duka Muspika Kecamatan Sukalarang dan puluhan rekan korban datang untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman. Sekira pukul 14.32 WIB, jenazah langsung dikebumikan di tempat pemakan keluarga yang lokasinya berada di belakang rumah duka.

Salah seorang sepupu korban, HM Torik Sopiandi (70) kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihak keluarga sepenuhnya telah menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Jadi begini yah, masalahnya kita pihak keluarga korban, sepenuhnya menyerahkan kepada penegak hukum. Kita percaya, bahwa kepolisian akan profesional melaksanakan tugasnya,” aku HM Torik kepada Radar Sukabumi usai menguburkan korban.

Meski demikian, dirinya sangat menyayangkan soal pemeberitaan yang tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya korban hingga tewas akibat bentrokan dua ormas tersebut.

Menurutnya, kejadian yang sesungguhnya peritiwa bentrok itu hingga terjadi ceos karena ada penabrakan terhadap korban yang merupakan sepupunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *