Seorang warga Kampung Parakanlima, Desa Parakanlima, Wawan (40) mengatakan, warga menilai pemerintah desa kurang begitu memperhatikan terhadap kondisi jalan.
Buktinya, sudah bertahun- tahun terakhir jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan itu merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan tersebut, bukan hanya dimanfaatkan oleh warga Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar saja.
Tetapi, ratusan warga di Kampung Bantarjati, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, juga kerap menggunakan jalan rusak tersebut. “Warga menilai pemerintah desa tidak respon terkait aspirasi warga.
Padahal, jalan raya tersebut merupakan akses utama warga menuju tempat publik. Seperti, Puskesmas, pendidikan, pasar dan area publik lainnya. Sebab itu, warga langsung turun ke jalan dan melakukan aksi seperti ini,” bebernya.
Untuk bisa dilintasi kendaraan roda empat, ujar Wawan, puluhan warga berinisiatif turun ke jalan untuk melakukan pengurugan jalan berlubang dengan menggunakan bebatuan.
“Warga disini kesal dengan janji-janji pemerintah yang akan melakukan perbaikan. Namun, faktanya sudah bertahun-tahun jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Seperti layaknya kubangan kerbau,” tandasnya.





