Harga Bawang Semakin Perih

MELAYANI: Salah seorang pedagang di Pasar Cibadak melayani pembelinya, belum lama ini.

SUKABUMI — Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi menyebutkan harga bawang dan telur ayam disejumlah pasar tradisional saat ini mengalami kenaikan. Meskipun demikian, kenaikan kedua jenis barang ini masih batas wajar.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kenaikan harga sayuran dan telur ini terjadi Pasar Cibadak, Cisaat, Parungkuda, Cicurug, Palabuhanratu, Sukaraja, Surade dan Pasar Sagaranten.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Perdagangan dan Tertib Niaga DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela mengatakan, telur ayam di pasaran rata-rata naik Rp1 ribu sampai Rp2 ribu perkilogramnya.

“Kenaikan harga telur misalnya di Pasar Cisaat dari Rp 23 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram, di Pasar Cibadak dari Rp 22 ribu menjadi Rp 23 ribu perkilogram, di Pasar Parungkuda dan Pasar Cicurug kenaikan harga cukup besar yakni dari Rp 22 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram,” kata Ela, belum lama ini.

Selain itu lanjut Ela, lonjakan harga juga terjadi pada bawang merah. Rata-rata harga bawang merah di pasaran naik dari Rp 10 ribu perkilogramnya. Seperti di Pasar Cisaat dari harga Rp 28 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilogram.

“Sementara di Pasar Cibadak dari Rp 32 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilogram dan Pasar Parungkuda dari Rp 30 ribumenjadi Rp 41 ribu perkilogram,” tandasnya.

Menurutnya, harga cabai merah mengalami kenaikan sedikit dibandingkan pekan sebelumnya. Saat ini rata-rata harga cabai merah kriting naik dari Rp 16.875 menjadi Rp 18.250 perkilogram.

Sementara harga cabai merah besar dari Rp 26.625 menjadi Rp 28.625 perkilogram. Harga cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan harga dari Rp 17.625 per kilogram menjadi Rp 18.250 per kilogram.

“Kenaikan ini dimungkinkan karena pasokan barang ke pasaran berkurang akibat cuaca yang kurang bersahabat,” ujarnya.

Ke depan sambung Ela, Pemkab Sukabumi akan terus memantau perkembangan harga di pasaran. Langkah ini untuk menjamin ketersediaan sembako dan pengendalian harga.

“Kami harap, semua harga komuditas yang mengalami kenaikan saat ini bisa kembali stabil. Kami akan terus pantau supaya tidak ada pihak yang memainkan soal harga,” paparnya.

Di tempat terpisah, pedagang sayuran di Pasar Cibadak, Yeti (39) mengatakan, kenaikan komuditas ini sudah berlangsung selama dua minggu lebih.

Meski demikian, pasokan barang dari para petani tidak berkurang. “Faktor cuaca saat ini mempengaruhi kenaikan harga. Karena memang banyak petani yang gagal panen. Mudah-mudahan harganya bisa stabil kembali,” singkatnya. (Bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.