Pelanyanan Desa Cijengkol Dilakukan Dengan Mesin Mirip ATM

Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, meluncurkan mesin pelayanan mirip ATM, (17/4).

RADAR SUKABUMI — Pasca diresmikannya Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, sebagai desa digital tahun lalu oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami. Kini, kembali berinovasi untuk mempermudah pelayanan administrasi melalui mesin elektronik mirip seperti mesin ATM sebagai alat transaksi pelayanan surat menyurat.

Ketua KIM Cijengkol Bersatu yang juga salah satu pentolan Pemuda Pelopor Jabar, Fery Sanjaya menjelaskan, Pemerintah Desa (Pemdes) Cijengkol yang bekerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat Cijengkol bersatu berhasil membuat sebuah inovasi baru.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya mesin ini, masyarakat bisa membuat surat pengantar SKCK, SKTM, SKTM Belajar, SKU, domisili usaha, domisili pesantren, domisili Ormas, domisili warga, surat kematian, surat kelahiran, surat keterangan cerai, keterangan ahli waris, pengantar nikah, pengantar akta lahir, domisili sekolah dan izin keramaian,” jelas Fery, Jumat (17/4).

Inovasi tersebut, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintahan desa dan KIM di bawah Binaan Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Sukabumi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Dalam realisasinya, kami selalu konsultasi dengan Diskominfosan Kabupaten Sukabumi dalam pembuatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa terkait aplikasi ini dan dinamai Sistem Peyanan Elektronik Mandiri (SIPELEM), dan ini yang kasih nama pak Kadis DPMD pak Thendy,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri mengaku dirinya akan terus mendukung dalam pengembangan Desa Digital.

Menurutnya, desa digital adalah program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam upaya pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses layanan terhadap masyarakat.

“Desa Cijengkol memang menjadi pilot projek di Kabupaten Sukabumi khususnya dalam pelayanan desa digital, sehingga kita fokus dorong untuk pelayanan publik secara digital, uji coba aplikasi dilakukan di desa itu. Jika Cijengkol sukses, baru akan kita berlakukan semua desa artinya Cijengkol menjadi rujukannya” ucapnya.

Sementara Itu, Kepala Desa Cijengkol, Haer Suhermansyah menambahkan, sistem kerja mesin yang diberi nama SIPELEM saat ini masih dalam tahap pembuatan dan uji coba.

“Rencanannya, akhir bulan Mei akan dilaunching dan sudah bisa digunakan oleh masyarakat, Penggunaannya memang terbilang mudah, dimana masyarakat tinggal input sendiri seperti layaknya mesin ATM dan memilih surat apa yang dibutuhkan, di konfirmasi oleh desa lalu cetak,” tambahnya.

Haer mengulas, dalam penggunaan mesin tersebut akan dilengkapi dengan handsanitizer sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona. “Ya, sesuai arahan dari pemerintah, di tengah pandemi covid-19 ini,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *