Ade Dasep: Pembangunan SDM Religius Solusi Menatap Masa Depan

  • Whatsapp
MENYANTUNI
MENYANTUNI : Pendiri dan Penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin saat menyantuni anak yatim di Mesjid Jami Tanbihul U'la Desa Cicantayan Kecamatan Cicantayan pada Jumat (17/09/2021). dalam kegiatan Jumat Keliling (jumling). (foto: ist)

SUKABUMI -– Pendiri dan Penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin mengatakan, guna menyongsong Indonesia Emas 2045, tentunya Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki akhlak yang religius perlu terus dilakukan kedepan, pasalnya semakin tingginya teknologi di era globalisasi tentu harus dibarengi dengan pendidikan islami.

Hal tersebut dikatakan oleh Ade Dasep saat melakukan Jumling di Mesjid Jami Tanbihul U’la Desa Cicantayan Kecamatan Cicantayan pada Jumat (17/09/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, berawal Pembentukan SDM yang religius bisa membentuk kualitas SDM yang berkualitas untuk pembangunan Kabupaten Sukabumi kedepan.

Sebagai daerah dengan jumlah penduduknya mayoritas islam, pendidikan yang berbasis islami tentu adalah solusi menuju pembangunan SDM yang religius.

Pasalnya dimulai dari pendidikan yang berbasis kepada Alquranlah akan menjadikan manusia islam bermartabat dan memiliki Akhlak yang baik.

“Jika suatu daerah memiliki daya saing tentu kita sebagai umat islam harus kembali kepada ilmu yang ada dalam Alquran. Manusia mana yang Hafiz Alquran yang hidupnya susah, setidak-tidaknya jiwanya tenang dan hidupnya memiliki tujuan, “jelas Ade Dasep dalam rilisnya.

Untuk itu, dirinya tak bosan-bosan menggaungkan budaya baca, faham dan amal Alquran kepada masyarakat dengan cara mewakafkan Alquran. Menurutnya, salah satu mencerdaskan masyarakat adalah dengan mengamalkan budaya tersebut.

Fikiran anak-anak yang hafiz alquran akan bersih dari hal-hal fikiran negatif. Dan itu akan mendorong kepada pembangunan SDM nantinya.

“Saya akan bahagia, ketika Alquran yang sudah diwakafkan sebanyak 3.274 buah ini bisa berhasil membangun tatanan kehidupan kedepan.

Kita sepakat semua selaku umat islam hanya hukum dan ilmu dalam Alquranlah yang maha benar, itu tidak diragukan lagi, “cetusnya.

Maka dari itu, kedepan dirinya bercita-cita untuk mendorong pemerintah agar bisa mengalokasikan APBD untuk kesejahtraan para guru ngaji/madrasah/ustad dengan anggaran minimal 100 Milyar, selain itu juga sebagai penopang keberkahan dirinya juga mendorong agar pemkab mengalokasikan APBD untuk kesejahtraan anak yatim piatu agar dalam pendidikannya terjamin dengan usulan anggaran minimal 100 Milyar.

Selain itu, juga tak lupa mendorong untuk pengadaan Alquran baik itu yang biasa atau yang ada terjemahnya untuk disebarkan di Masjid yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Karena gagasan saya membangun Kabupaten Sukabumi yang berkemakmuran dan memakmurkan anak yatim, serta menggaungkan budaya baca, faham dan amal Alquran. Maka tidak salah memiliki gagasan tersebut, “cetusnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk saat ini program wakaf Alquran dan santunan anak yatim yang merupakan janji politik di dua kecamatan yakni Kecamatan Cicantanyan dan Cibadak sudah dituntaskan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *