Stok Vaksin Tersendat, Target di Kabupaten Cianjur Diprediksi Tak Tuntas Akhir Tahun

  • Whatsapp
vaksinasi-gunung-gede
Salah seorang warga yang berasal dari kaki gunung Gede-Pangrango mengikuti vaksinasi masal. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

CIANJUR – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur untuk 1,9 juta warga ditarget tuntas akhir tahun 2021. Dengan demikian, hanya tersisa tak sampai 100 hari lagi, atau kurang dari tiga setengah bulan lagi untuk mencapai target tersebut.

Akan tetapi, target untuk mencapai herd immunity alias kekebalan komunal atas virus asal Kota Wuhan itu diprediksi tak bisa dipenuhi. Pasalnya, pengiriman vaksin dari pusat tidak lancar atau selalu kurang dari kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Beberapa waktu terakhir, bahkan setengah dari seluruh puskesmas di Kabupaten Cianjur mengalami kekosongan vaksin sehingga tidak bisa melakukan vaksinasi. Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, jika terus seperti ini, maka kemungkinan target vaksinasi di Kabupaten Cianjur baru akan tuntas pada tahun 2023.

“Kalau pengirimannya seperti ini terus, tidak akan tercapai di akhir tahun target 1,9 juta, bisa jadi di tahun 2023. Tapi kita mundurkan ke Maret 2022 untuk penyelesaian targetnya,” ujarnya, Minggu (19/9).

Sampai akhir tahun ini, herd immunity diprediksi baru tercapai 40 persen saja.

“Kalau prediksi kita sesuai yang saat ini saja, drop vaksin terlambat bahkan stok kosong. Ada kemungkinan sampai akhir tahun itu hanya 40 persen,” ungkapnya.

Yusman pun berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat atau Pemerintah Pusat bisa mengirim stok vaksin lebih agar target vaksinasi bisa tuntas akhir tahun ini. Akan tetapi, Yusman menyebut bahwa masalah serupa bukan hanya dialami Kabupaten Cianjur saja.

“Berharapnya stok vaksin bisa dikirim cepat dan juga lebih banyak. Memang permasalahan ini turut dirasakan juga oleh kabupaten/ kota lainnya,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil menyatakan, Pemprov Jabar terus berupaya mengejar target vaksinasi 37 juta dosis kepada masyarakat di Jawa Barat.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mengerahkan bidan desa dan puskesmas. Jadi, setiap satu orang bidan mandiri itu bisa melakukan vaksinasi COVID-19 bagi 50 orang penduduk desa,” ujar Atalia Praratya di Bandung, Sabtu (18/9).

Dalam perhitungan percepatan vaksinasi Covid-19, satu bidan memvaksin 35 orang per hari. Dengan potensi 5.899 titik vaksinasi oleh bidan mandiri, Jabar bisa menghasilkan 206.465 orang tervaksin per hari. Jika target ditingkatkan 50 orang per hari, maka hasilnya akan lebih besar lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *