BEKASI – Dua gadis di bawah umur yang merupakan adik kakak diduga menjadi korban pencabulan ayah tirinya. Aksi pencabulan tersebut dilakukan ayah tirinya di rumah kontrakannya di Kampung Kaliulu, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa pencabulan ini terungkap setelah FS (37), ibu kandung kedua kakak beradik yakni TA (16) dan VP (13) memeriksa aplikasi pesan singkat di handphone salah satu anaknya pada Minggu (17/10/2021) kemarin. Dalam pengakuannya melalui pesan singkat, korban seringkali dicabuli oleh DR, ayah tirinya.
Biasanya DR mencabuli dua anak tirinya saat istrinya sedang tertidur lelap pada malam hari. DR meraba dan meremas bagian tubuh vital anak tirinya.
“Awalnya itu saya tahu dari handphone anak saya. Terus saya baca isi chat-nya di aplikasi pesan singkat. Di situ saya tahu, bahwa anak saya itu sering dipeluk dan diraba.
Karena suami juga lagi ada di rumah, langsung saya tanya ke suami dia bilang bahwa benar dan dia ngaku,” kata FS.
Pencabulan yang diduga dilakukan DR terhadap TA ini sudah berlangsung sekitar tiga tahun di rumah kontrakannya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Korban takut menceritakan kejadian tersebut karena selalu diancam oleh DR. Sedangkan VP mengaku baru beberapa kali dicabuli oleh ayah tirinya.
“Terakhir kemarin itu, pas kejadian pelecehan terhadap adiknya. Akhirnya kakaknya juga baru cerita ke saya,” katanya.
Sejak aksi bejat ini terungkap dan mengakuinya, DR langsung melarikan diri. Sementara TA dan VP kini dalam kondisi trauma.
FS mengatakan, kasus dugaan pencabulan ini sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi beberapa waktu lalu. Ia berharap DR segera ditangkap secepatnya.
“Anak-anak sudah cerita, saya bilang ke dia bakal saya laporin ke polisi,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Rahmat Sujatmiko membenarkan sudah menerima laporan dugaan pencabulan di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tersebut. Kini pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Masih kita dalami laporannya,” katanya.
(enr/pojokjabar)





