BANDUNG — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Ineu Purwadewi Sundari mengungkapkan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2024, kini posisinya sedang dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar.
Diharapkan, kata Ineu, Banggar DPRD Jawa Barat dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu sehingga target 15 November 2023 hasil laporannya disampaikan pada rapat paripurna, bisa terlaksana.
“Jadi sedang dibahas oleh Banggar, kami ucapkan selamat bekerja dan diharapkan bisa selesai tepat waktu dan akan disampaikan hasil laporannya di rapat paripurna,” kata Ineu dalam keterangannya di Bandung, Jumat.
Sebelum masuk tahap pembahasan oleh Banggar DPRD Jawa Barat, Ineu mengatakan dokumen RAPBD Jabar tahun 2024 dibahas di tingkat komisi dan fraksi, dengan hasil pandangan umum fraksi-fraksi yang secara umum membahas tentang kebijakan rencana pembangunan daerah, tingginya tingkat pengangguran di Jabar, bidang pendidikan, sampai persoalan sampah.
Pandangan fraksi-fraksi DPRD Jawa Barat yang diserahkan pada Kamis (26/10) tersebut, langsung dijawab Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin di hari yang sama.
“Dalam jawabannya, Pj Gubernur menyampaikan beberapa hal, di antaranya proyeksi postur APBD TA 2024. Program-program, intensifikasi melalui inovasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder dan lain sebagainya,” ucap Ineu.
Besaran APBD Jabar
Diketahui, Jabar menargetkan pendapatan daerah tahun 2024 sebesar Rp35,88 triliun dengan peningkatan target pendapatan daerah tahun 2024 sebesar Rp1,73 triliun.
Peningkatan target pendapatan daerah tahun 2024 sebesar Rp1,73 triliun, berasal dari kenaikan target pendapatan asli daerah mencapai Rp1,56 triliun (pajak Rp1,57 triliun dan retribusi Rp643,67 miliar), kenaikan pendapatan transfer sebesar Rp172,47 miliar, dan kenaikan lain-lain pendapatan yang sah Rp431,95 juta.




