Meski demikian, Domu optimistis media arus utama tetap memiliki masa depan selama mampu beradaptasi. Perusahaan pers harus membangun paradigma baru: memperkuat kualitas konten, mengembangkan format video dan media sosial, serta mencari sumber pendapatan berkelanjutan. “Pers harus tetap eksis sebagai penerang demokrasi. Tanpa pers yang bebas dan bertanggung jawab, masyarakat akan kehilangan referensi yang benar,” tandasnya.
Workshop ini diikuti jajaran direksi, general manager, divisi redaksi, pemasaran, iklan, dan keuangan dari seluruh unit Indo Satu Media Grup dengan dukungan LPS, BRI, bank bjb, bank bjb syariah, PLN Indonesia Power, PLN UIP3B Jawa Bali UP2B Jabar, Sierra, Yamaha Jabar, dan Telkomsel. (dsn)



