BERITA UTAMA

Forum Pimred Indo Satu Media Grup Dorong Transformasi Industri Media

×

Forum Pimred Indo Satu Media Grup Dorong Transformasi Industri Media

Sebarkan artikel ini
CEO Indo Satu Media Grup, Hazairin Sitepu, saat menyampaikan arahan dalam Forum Pimred Indo Satu Media Grup di Bandung. Ia menegaskan media harus berani berubah agar tidak tertinggal di era AI dan media sosial. (FT: Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

BANDUNG – Transformasi industri media di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial menjadi perhatian utama dalam Forum Pimred Indo Satu Media Grup bertajuk Workshop Literasi Keuangan di Vue Palace, Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).

CEO Indo Satu Media Grup, Hazairin Sitepu, menegaskan media harus berani berubah agar tidak tertinggal menghadapi disrupsi digital. Ia mewajibkan seluruh perusahaan di bawah naungan grupnya menyiapkan dana pensiun karyawan, memperkuat media sosial, dan mempercepat regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlangsungan bisnis.

Hazairin mengingatkan, industri media hanya akan bertahan apabila mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumsi informasi, perkembangan media sosial, hingga hadirnya teknologi AI. “Website sekarang juga mulai disikat oleh AI. Kita tidak boleh menyerah. Kita harus mengikuti perubahan, bahkan memanfaatkannya untuk kepentingan industri media,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi sejumlah perusahaan media besar di Indonesia yang kini harus mengurangi skala usaha, bahkan pindah kantor karena tidak sanggup menanggung biaya operasional. Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran penting agar perusahaan media tetap sehat dan mampu menjamin masa depan karyawan.

Hazairin juga menyoroti perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Audiens kini lebih banyak mengakses berita melalui media sosial, video pendek, dan konten berbasis algoritma. Karena itu, redaksi tidak lagi bisa memisahkan kerja jurnalistik dengan distribusi konten digital. Ia mencontohkan keberhasilan media internasional seperti The Washington Post, The New York Times, dan CNN yang agresif membangun jutaan pengikut di Instagram, TikTok, maupun Facebook.