“Materialnya kan cukup banyak, sementara alat berat yang diturunkan hanya satu. Namun secara bertahap tetap akan kami keruk agar kedalaman sungai kembali normal,” katanya.
Herman menambahkan, ke depan normalisasi sungai tidak hanya dilakukan dengan mengeruk titik yang mengalami pendangkalan, namun juga pemukiman yang melanggar aturan Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Saat ini dari hulu ke hilir terjadi penyempitan akibat adanya bangunan liar, sehingga akan ditertibkan untuk normalisasi sungai, tetapi kami fokus ke yang darurat dulu seperti pengerukan ini,” katanya.
(net)





