BANDUNG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Perguruan Tinggi Agama Islam Jabar berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis (19/4).
Mereka mendesak para elit politik untuk tidak menggunakan agama sebagai alat untuk mengganggu kondusifitas masyarakat dan mengganggu kinerja pemerintahan.
Koordinator lapangan aksi tersebut, Samsul Anwar, mengatakan pihaknya meminta pemerintah tetap profesional dalam melaksanakan tugasnya menyejahterakan masyarakat dan melaksanakan pembangunan di Indonesia, walaupun mendapat gangguan dari sejumlah elit politik lainnya.
“Ada tataran elit yang menggangu kinerja pemerintahan, selalu ada saja yang ganggu stabilitas negara melalui berita hoaks atau menjadikan agama sebagai alat, termasuk menyatakan ada partai allah ada partai setan,” kata Anwar di sela aksinya.
Anwar mengatakan pihaknya mendukung pemerintah untuk tetap fokus menjalankan pembangunan. Berbagai hasil yang didapat dari pembangunan saat ini, katanya, harus terus ditingkatkan.
“Jangan sampai ada isu yang membuat down kinerja pemerintah yang sedang berjalan. Kita mennyatakan dukungan untuk pemerintah dalam menjalankan programnya, dengan cara pandang yang benar,” katanya.





