KBB Jadi Lautan Sampah

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – KBB– Akibat pencairan uang operasional pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersendat, dua hari pengangkutan sampah tak dilakukan hingga terjadi penumpukan sampah di tiap penjuru Bandung Barat.

Dikutip RMOl (Radar Sukabumi Group), tumpukan sampah terjadi hampir di seluruh kecamatan di KBB seperti Padalarang, Ngamprah dan Lembang.

Salah seorang warga Padalarang, Bob Sofyan mempertanyakan alasan dihentikannya pengangkutan sampah. Pasalnya, sampah seolah dibiarkan menumpuk di jantung Kota Padalarang salah satunya di samping Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat.

“Saya langsung menghubungi pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat yang membawahi UPT Kebersihan. Jawabannya terasa aneh, karena belum cairnya anggaran operasional.

Kok bisa? Harusnya hal seperti itu sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah, jangan karena persoalan anggaran pelayanan pengangkutan sampah jadi terganggu,” kata Bob di Padalarang, Rabu (12/9).

Dia pun mengkritik DPRD Kabupaten Bandung Barat yang mestinya bisa mencermati anggaran kegiatan yang ada di setiap perangkat daerah. Mengingat persoalan anggaran di kebersihan ini selalu rutin terjadi.

“Mestinya dewan dengan fungsi budgeting bisa memberikan solusi agar persoalan anggaran di UPT Kebersihan tidak terus terulang. Mengingat pengangkutan sampah itu bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak,” tandasnya.

Secara terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat Rudi Huntadi membenarkan pengangkutan sampah sudah dua hari terhenti. Seluruh armada pengangkut sampah tidak bisa beroperasi karena belum turunnya biaya operasional.

“Tadi kami sudah mempertanyakan ke bagian keuangan Pemkab Bandung Barat. Katanya, belum cairnya anggaran karena ada perubahan dalam sistem keuangan. Ya, otomatis belum adanya anggaran operasional pengangkutan sampah tidak.bisa dilakukan,” kata Rudi.

Dia menyebutkan anggaran operasional pengangkutan sampah berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 13 juta per hari tergantung ritase dan penjadwalan. “Selama anggaran belum cair, ya pengangkutan sampah belum dapat dilakukan,” tukasnya.

 

(net)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *