Nobar Piala Dunia di Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam

Hazairin-Sitepu-Nobar
Tim Gerakan Anak Negeri bersama masyarakat Adat Kasepuhan Gelar Alam nonton bareng final piala dunia, Minggu (18/12) malam di dapur Imah Gede.

Tersihir La Pulga dan Dinginnya Kaki Gunung Halimun Salak

Demam piala dunia terasa hingga ke Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam, Kabupaten Sukabumi. Radar Bogor bersama Gerakan Anak Negeri, berkesempatan nonton bareng (nobar) bersama masyarakat adat di sana, Minggu (18/12).

REKA FATURACHMAN, Sukabumi

Bacaan Lainnya

TATAPAN Heli (20) mantap ke layar teve. Mengikuti detik demi detik pertandingan final Piala Dunia 2022: timnas Argentina kontra Prancis. Heli adalah petugas Kasepuhan Gelar Alam. Dia pendukung setia tim Argentina. Yang juga penggemar berat La Pulga “Si Kutu”, Lionel Messi.

Berulang kali Heli menghela napas. Sembari menyeruput kopi dari gelas kaca yang tak lepas di genggaman. Syahdan, dia berteriak kencang setengah melompat, melihat Messi menjebol gawang Prancis, di menit ke-20.

“Sejak awal saya mendukung Argentina. Ikut senang mereka bisa masuk final. Saya juga mengidolakan Messi sejak dia main di Barcelona,” ucap Heli, merayakan gol pertama Messi.

Lokasi nobar berada di Imah Gede. Tempat tinggal Ketua Adat yang sekaligus menjadi tempat bermusyawarah warga Kasepuhan. Bentuknya berupa rumah panggung. Berdinding anyaman dan berlantai papan bambu. Tikar-tikar digelar sebagai alas duduk.

Malam itu, ada sekitar 25 orang yang ikut nobar. Mayoritas berselimut sarung. Maklum, suhu saat itu 16 derajat. Dinginnya terasa menusuk tulang. Kopi dan teh panas menjadi “teman” yang tepat sebagai penghangat.

Nonton bareng memang kerap dilakukan di Kampung Adat ini. Bukan hanya saat piala dunia. Juga ketika tim nasional Indonesia berlaga.

Penanggung Jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, turut merasakan langsung euforia piala dunia malam itu. Baginya, nobar selalu menjadi ajang yang mengesankan. Terlebih pada partai final Piala Dunia kali ini, lokasi nobar berada di 1.214 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Luar biasa bisa berkesempatan nobar di Istana Adat Gelar Alam yang berada di ketinggian 1.214 mdpl. Rasanya dingin sekali. Makanya saya berada di dekat tungku agar merasa hangat. Di final ini, saya menjagokan tim nasional Argentina,” tutur Hazairin.

Sepanjang pertandingan, teriakan kecil terlontar saat peluang kedua tim tercipta. Para pendukung Argentina bersorak lebih awal ketika Messi mencetak gol pertama. Riuh kembali tercipta kala gol kedua bersarang di gawang Prancis.

Sebaliknya, para pendukung Prancis justru tertunduk lemas. Asa mereka kembali muncul kala Kylian Mbappe mencetak brace dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 menit. Suasana nobar kian semarak saat Messi dan Mbappe secara bergantian mencetak gol.

Beberapa penonton bahkan terus berdiri karena tak kuat menahan rasa penasaran. Itu bertahan hingga peluit panjang ditiupkan dan berlanjut pada adu penalti. Babak adu penalti jadi momen puncaknya.

Pendukung Argentina semakin bersemangat dan tersenyum lebar kala penendang kedua dan ketiga Prancis tidak berhasil mengeksekusi penalti.

Pertandingan berakhir dengan menempatkan Argentina sebagai juara Piala Dunia 2022. Para penonton bertepuk tangan mengapresiasi laga yang berlangsung sengit dan menghibur. Sapa dan canda berlanjut memecah ketegangan. (*)

Pos terkait