NASIONAL

Gerakan Anak Negeri Hidupkan Tradisi Mak Megang di Pengungsian Aceh Utara

×

Gerakan Anak Negeri Hidupkan Tradisi Mak Megang di Pengungsian Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Warga pengungsian di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, tetap merayakan tradisi Mak Megang berkat bantuan sapi dari Gerakan Anak Negeri. Tradisi makan bersama jelang Ramadan ini menjadi simbol kebersamaan dan harapan di tengah kondisi sulit.
Warga pengungsian di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, tetap merayakan tradisi Mak Megang berkat bantuan sapi dari Gerakan Anak Negeri. Tradisi makan bersama jelang Ramadan ini menjadi simbol kebersamaan dan harapan di tengah kondisi sulit.

ACEH – Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi makan bersama menjadi bagian penting budaya masyarakat di berbagai daerah. Jika di Jawa Barat dikenal cucurak, maka di Aceh Utara masyarakat memiliki tradisi Mak Megang—memasak dan makan bersama sebagai ungkapan syukur sebelum memasuki Ramadan.

Bank bjb Tandamata

Meski tengah berada di pengungsian akibat banjir, warga Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, tetap dapat melaksanakan tradisi tersebut berkat dukungan Gerakan Anak Negeri. Tim relawan menyalurkan satu ekor sapi untuk disembelih dan dimasak bersama, sehingga tradisi Mak Megang tetap hidup dan menjadi penguat semangat kebersamaan.

Penanggung jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan khusus untuk mendukung pelaksanaan Mak Megang di pengungsian.

“Pak Kadus, ini sapi dari tim Gerakan Anak Negeri untuk disembelih. Insyaallah dagingnya bisa dimasak dan dimakan bersama dalam acara Mak Megang,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi, menyambut bantuan itu dengan penuh syukur.

“Alhamdulillah, kita kedatangan orang baik. Kita sudah mendapatkan satu ekor lembu dan akan kita masak di pengungsian. Hari ini kita dapat rezeki untuk Mak Megang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Gerakan Anak Negeri berharap tradisi dan nilai kebersamaan masyarakat Aceh Utara tetap terjaga, sekaligus menghadirkan kehangatan dan harapan di tengah masa sulit.(**)