Nantinya, setiap peserta dinilai dengan poin tentang ketangkasan memilah dan ketajaman bedog yang dilombakan.
“Selain ajang kompetisi, ini juga wadah silaturahmi pengrajin bedog, pemerintah, masyarakat dan kaum muda sehingga terbakar kembali semangatnya untuk mencintai warisan leluhurnya ini,” ujarnya.
Sementara, Kepala Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Dodi Ridho Gumelar berjanji bakal mendorong sepenuhnya kegiatan pelestarian budaya ciri khas Cibatu ini. Yang mana, sejak dulu wilayahnya ini terkenal sebagai daerah ‘panai besi’ dengan teknik tempa hingga ke antero dunia.
“Antusiasme kaum muda secara khusus amat baik pada kegiatan ini, kedepannya aganda ini bakal dilakukan setiap tahun untuk melestarikan budaya Cibatu,” pungkasnya. (*/d)





