FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melihat Cara Pemdes dan Tokoh Cibatu dalam Melestarikan Budaya

×

Melihat Cara Pemdes dan Tokoh Cibatu dalam Melestarikan Budaya

Sebarkan artikel ini

‘Choooping Sukabumi’ mereka sebut kegiatan itu. Dalam kegiatan tersebut, golok yang diikut sertakan akan diuji. Hal ini untuk menguji ketangkasan dan ketajaman dari golok itu sendiri. Dimulai ketajaman pada kayu, kertas, botol air mineral, tambang, bola tenis hingga sedotan.

Semua peserta harus menebas habis semua material itu. Satu persatu, peserta memamerkan kepiawaian membilah semua rintangan yang disiapkan panitia.

Bank bjb Tandamata

Menurut Aep, Desa Cibatu dimanapun identik dengan bedog yang berkualitas, memiliki ketajaman yang baik dan terkenal. Tapi sayangnya, kaum muda terkesan acuh terhadap warisan nenek moyangnya ini.

Dengan begitu, kegiatan yang perdana dilakukan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya kaum muda terhadap ciri khas daerahnya.

Adapun golok yang diikutsertakan, merupakan bedog pilihan dengan kualitas terbaik dari masing-masing pengrajin yang ada di Desa Cibatu. Mayoritas, bedog ini dibuat dengan proses baja selap (penyelipan baja) yang disaring dari barang bekas mengandung baja.

“Yang dipertandingankan ini ialah bedog standar kompetisi, yakni golok choper yang mempunyai ciri urat pada batang bedog atau biasa disebut damaskus,” terang pria bertopi ini.