Tapi, gitar tentu tetap jadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Begitu pula dengan menulis puisi atau lirik. Melagukannya adalah bagian dari cara menampilkannya. Karena sedari muda Ebiet sadar dirinya tipe penyair yang tak pandai membacakan karya. ”Musik Indonesia itu sekarang sudah sangat baik. Tinggal kita sebagai bangsa saling menghargai dan menjaga,” ungkapnya.
Dan, di usianya yang sudah 64 tahun kini, dia akan menikmati semua itu tidak lagi dari dekat. Dia memilih menjadi ”kupu-kupu kertas, yang terbang kian kemari”.
(*/c10/ttg)



