Kini sudah ada sekitar 120 murid yang belajar di sanggar Mak Pinah. Tiga di antaranya dia latih khusus untuk menjadi Gandrung Terop sepertinya. Tapi tak semudah itu. Berkali-kali Supinah sudah merasa cocok dengan karakter suara beberapa murid. Tapi, di tengah jalan mereka menyerah karena tak kuat berlatih dengan cara Mak Pinah. ”Semoga yang tiga ini jadi. Ini nggak nyari penyanyi sembarangan, tapi penerus Gandrung,” tuturnya.Turut Meruwat-Rawat lewat Patung
DI tempat yang indah di lereng Gunung Ijen sisi Banyuwangi itu, Gandrung hadir nyaris di tiap sudut. Berwujud patung yang kini mencapai 350 dan ditargetkan bisa menembus 1.000 di akhir tahun. Itulah Taman Gandrung Terakota. ”Idenya dari pemilik tempat ini, Pak Sigit Pramono,” kata Hendrik Eka Prasetya, manajer operasional Taman Gandrung Terakota.
Sigit memang seorang fotografer lanskap dan pencinta seni. ”Makanya, suka koleksi lukisan juga. Beliau sangat ingin berkontribusi merawat seni tradisi Gandrung,” jelasnya.
Taman Gandrung Terakota persisnya berada di Dusun Blimbingsari, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Bentuknya kafe, dikelilingi pepohonan kelapa, kopi, cengkih, dan durian. Ada sabin alias warung makan. Balai penyambutan yang lengkap dengan alat-alat karawitan di bagian tengah. Juga, area amfiteater dan panggung untuk acara-acara pertunjukan seni.
Sigit, kata Hendrik, memang bermaksud menggabungkan tempat bersantai yang naturalis dengan ikhtiar meruwat-rawat Gandrung. Lewat rencana pembangunan seribu patung Gandrung. Patung-patung yang sudah ada sekarang tersebar di berbagai titik area yang luasnya mencapai 59 hektare tersebut.
Terakota berarti tembikar. Bahan yang digunakan dalam pembuatan patung-patung tersebut oleh seniman patung terkenal dari Jogjakarta. Siti Khamdiyah, Ferliani Gandes, dan Andrian Krisnandhika, tiga pengunjung yang ditemui Jawa Pos mengaku bangga makin banyak tempat yang ikut berupaya merawat Gandrung. ”Pas pembukaan di sini ramai. Pak Menteri (Menteri Pariwisata Arief Yahya, Red) sampai datang untuk mendukung,” kata Ferliani.



