Featured

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

×

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

Sebarkan artikel ini

Salah satunya selalu melakukan seblang subuh dan menguasai tarian murni Paju Gandrung. Kini Gandrung seakan sudah menjadi wajah untuk Banyuwangi. Identitas yang dibanggakan seluruh masyarakat. Posisi Gandrung sangat terhormat di mata warga kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu.

Di desa yang lain, Olehsari, juga di Banyuwangi, Mak Supinah atau Mak Pinah Seblang juga berikhtiar di jalan yang sama dengan Mak Temu. Mak Pinah Seblang mengelola Sanggar Tari Sayu Sarinah. Lokasinya tepat di belakang lapangan yang dijadikan tempat ritual seblang tiap tahunnya.

Bank bjb Tandamata

Seblang di Olehsari yang merupakan desa adat berbeda dengan di Bakungan, desa adat lainnya di Kecamatan Glagah. ”Kalau di sini penarinya gadis, perawan yang garis keluarga seblangnya turun-temurun. Tapi, kalau di Desa Bakungan justru perempuan tua,” terang Supinah saat Jawa Pos bertandang ke sanggarnya Minggu pekan lalu.

Menurut dia, jika seorang gadis sudah terpilih sebagai penari seblang, jika kelak dia memiliki anak perempuan, anaknya juga harus meneruskan tradisi itu. ”Bukan saya atau kepala desa yang memilih orangnya. Tapi, leluhur kami yang jiwanya menjelma ke anak itu,” ujar Mak Pinah.

Seblang subuh bagian dari pertunjukan Gandrung Terop yang biasanya berlangsung semalam suntuk. Nah, menjelang subuh, pertunjukan harus diakhiri. Seblang subuh berupa tarian kalem yang kaya akan tembang dari syair dan pantun. Isinya tentang kepasrahan seorang Gandrung kepada Tuhan. Meminta pengampunan atas segala dosa dan salah. Liriknya begitu dalam.

Menurut Mak Pinah, itu bentuk tradisi yang kudu dirawat. Toh, masyarakat tak pernah meminta aneh-aneh kepada sang penari yang dipercaya sedang kerasukan roh leluhur. Meski tidak ikut memilih, Mak Pinah bertugas menjaga agar para penari tetap aman. Salah satunya dengan menanamkan keyakinan akan peran mereka sebagai penari seblang. ”Rata-rata semua remaja ya belajar nari ke sini,” kata perempuan 53 tahun itu.