Featured

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

×

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

Sebarkan artikel ini

Melalui sanggar yang dia kelola, Mak Pinah berharap bisa menemukan penggantinya kelak. Gandrung yang memiliki suara amat indah. Buktinya nyata. Dia dipercaya menyanyikan tembang penutup dalam event akbar Festival Gandrung Sewu Sabtu pekan lalu (20/10).

Tembang Layar Kumendhung dibawakan Mak Pinah penuh penjiwaan. Tak sedikit masyarakat yang terharu saat Mak Pinah mulai melantunkan syair itu. Yang mengisahkan kesedihan mendalam rakyat Tanah Blambangan saat harus kehilangan Mas Alit, bupati kawitan mereka, yang tenggelam di kapal VOC. ”Layar-layar kumendhung//Ombak umbul ring segara//Segarane tuan agung. Kang tumenggung numpak kereta.” Demikian Supinah mulai menyanyikan kembali lirik bait pertamanya itu di kediamannya Minggu lalu.

Bank bjb Tandamata

Suaranya begitu merdu dan bening. Mendayu dengan cengkok khasnya yang ringan. ”Aduh, trenyuh Mak Pinah tiap nyanyi itu. Teringat perjuangan Gandrung terdahulu,” ujarnya lirih, sedikit sedih. Di usia yang terus bertambah, kemampuan Mak Temu juga sangat terjaga. Lenggok tarian Gandrungnya masih sama luwesnya dengan para gadis yang terpilih dalam Festival Gandrung Sewu.

Penari Gandrung Terop juga harus piawai melantunkan tetembangan dan pantun Osing. Pada Minggu lalu itu, lantunan suara Mak Temu seolah mengajak anak didiknya yang kala itu sudah siap dengan sampur mereka masing-masing.

Sesi latihan Gandrung Cilik pun dimulai. Dengan sabar Mak Temu menginstruksi tiap gerakan anak-anak yang sudah dianggapnya cucu-cucunya itu. Kuda-kuda Mak Temu terlihat kuat. Dia menggoyangkan pinggul sesuai irama kendang. Tentu masih dengan luwes.

Langkah sang maestro Gandrung dimulai dengan mengangkat kaki kanan. Tangan maestro yang pernah tampil di sela-sela Frankfurt Book Fair 2017 itu melilitkan sampur. Melemparnya ke depan sambil menarikan jemarinya yang lentik. Prosesi latihan itu berlangsung sekitar dua jam.Upayanya mencari penerus itu juga dibarengi dengan keteguhannya merawat berbagai prosesi terkait Gandrung. Misalnya Meras Gandrung. Merupakan prosesi meluluskan seorang Gandrung Terop yang juga harus piawai mengolah vokal.