Featured

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

×

Ketika Para Maestro Gandrung Mencari Pewaris

Sebarkan artikel ini

Mak Temu juga setia melakukan tradisi mupuh. Yakni cara tradisional membersihkan saluran pernapasan dan pita suara dengan ramuan herbal. ”Kunyit, kunir, jahe, daun cabai, sama bawang,” terang Mak Temu mendaftar bahan-bahan mupuh. Jamu itu tidak diminum. Tapi diisap dengan hidung hingga menimbulkan hawa panas dan pengar. Mungkin karena itulah, konon, tak ada lagi Gandrung yang berani menjalani ritual ala Mak Temu ini.

Tapi, karena keteguhannya, kemampuan Mak Temu menyanyi semalam suntuk sembari terus menari tetap terjaga. Stamina pita suara dan napas Mak Temu sungguh luar biasa di usianya yang sudah senja. Meski banyak yang mengantre jadi penerus Mak Temu, mupuh tak boleh dilakukan dengan paksaan. Dia juga tak mau melakukan meras Gandrung jika belum benar-benar yakin akan penggantinya.

Bank bjb Tandamata

Begitu pula Mak Pinah. Sebab, membentuk karakter penari Gandrung Terop tak mudah. Dia teringat dulu bagaimana semua saweran masuk ke kantong juragan. Ditambah lagi, Gandrung selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif. Mulai pemberontak, perempuan penghibur, pelaku ilmu pengasihan, sampai dituding perebut suami orang.

Padahal, jika orang mau sedikit mencari tahu tiap filosofi gerakan Gandrung, pasti tidak akan punya anggapan demikian. Mak Pinah lantas menirukan beberapa gerakan khasnya. Tangannya nyaris selalu bergerak lincah. Banyak lekukan tangan yang bahkan mengarah ke depan di hadapan wajah. Rupanya, bagi Gandrung Terop, kepekaan diri untuk melindungi diri dari tingkah polah tak senonoh bisa dicegah dengan gerakan tari itu. ”Mak Pinah pernah nyakar berapa orang ya. Nggak kehitung itu yang niatnya nyosor saja dulu,” katanya.

Namun, sejak menikah dengan suaminya kini, M. Anwar, Mak Pinah tak lagi diizinkan tampil di Gandrung Terop. Sebatas nyinden masih boleh. Kesepakatan yang dibuatnya sejak 1986 itu hanya boleh dilanggar jika Mak Pinah dipanggil ke luar negeri untuk tampil. Beberapa Festival Paju Gandrung memang membawa Mak Pinah menginjakkan kaki ke Amerika Serikat, Korea Selatan, sampai Australia.

Kini, lewat sanggar yang dia kelola, harapan itu disandarkan. Apalagi, dia menganggap kemampuan bernyanyinya tak perlu syarat aneh-aneh. ”Mak Pinah harus ngremus cabai sebelum nyanyi, itu saja. Makin pedas, tambah tinggi suara Mak Pinah,” katanya.