JAKARTA – ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tak berpuas diri, melihat pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai
5,06 persen.
Sebab, angka tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi 5,17 persen sampai akhir tahun.
”Kita harus ingat bahwa kuartal kedua tumbuhnya hanya 5,01 persen, lalu kuartal ketiga ini 5,06 persen. Pertumbuhan ekonomi paro pertama yang jelek membuat kita harus bekerja keras paro kedua ini,” ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, baru-baru ini.
Menurut Hariyadi, salah satu kunci mendorong pertumbuhan adalah kepercayaan pengusaha kelas menengah untuk terus mengekspansi bisnisnya.
Selama ini kelas menengah menjadi kontributor utama konsumsi domestik. Seharusnya kekha watiran terhadap memanasnya situasi politik tidak boleh terlalu lama.
”Masalah politik tidak bisa jadi alasan. Indonesia sudah melewati masa politik beberapa kali dan itu aman-aman saja,” katanya.
Untuk itu, pemerintah bersama Apindo harus berupaya meyakinkan pengusaha agar tidak terbawa persepsi akan penurunan daya beli.
Dengan begitu, pengusaha kelas menengah tetap bisa berkonsentrasi melakukan ekspansi dan berinovasi dengan bisnisnya.
”Jangan tahan ekspansi,” ucapnya.
Disinggung mengenai proyeksi perekonomian tahun depan, Apindo masih optimistis Indonesia bisa melakukan start yang baik.
”Kami yakin semester I tahun depan kita bisa menggenjot kinerja meskipun di tengah perhelatan politik,” beber Hariyadi.
Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengungkapkan, pertumbuhan pada kuartal ketiga memberikan sinyal positif pada ekspor untuk ikut terkerek.
Sebagai pelaku ekspor, Benny menilai paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah sudah cukup baik. Hanya, pengusaha berharap implementasinya di lapangan ditingkatkan.
”Tetapi, koordinasi pelaksanaan paket kebijakan, khususnya harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu ditingkatkan,” tambah Benny.
Di samping pertumbuhan positif di dalam negeri, meningkatnya kegiatan ekonomi di Tiongkok dan India membawa peningkatan ekonomi untuk Indonesia.
Memang sebagai mitra dagang, Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor Indonesia. Berdasar data BPS, Tiongkok menduduki posisi pertama tujuan ekspor Indonesia, disusul Amerika Serikat dan Jepang. (agf/c7/oki)





