EKONOMI

Duh, UtangNyaris Rp4.000 Triliun

×

Duh, UtangNyaris Rp4.000 Triliun

Sebarkan artikel ini

Dengan bertambahnya utang tersebut, Bhima khawatir kemampuan bayar utang oleh pemerintah semakin menurun. Apalagi prospek penerimaan pajak di 2018 akan sulit terealisasi. Sementara analis dari Bank Permata Joshua Pardede menilai pengelolaan utang luar negeri pemerintah masih baik.

Apalagi jika dilihat dari komposisinya, 81 persen yang merupakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan porsi kecil sekitar 19 persen merupakan pinjaman. Hanya saja, dia berharap, kebijakan pengelolaan utang tersebut digunakan untuk mendorong produktivitas yang dialokasikan untuk pos belanja yang produktif sehingga menciptakan ketahanan dan kesinambungan fiskal.

Bank bjb Tandamata

Menanggapi jumlah utang negara, netizen kaget. Di Twitter, akun @ dokterkoko heran. “Alamak… ribuan triliun dan warga kita di Papua meninggal kelaparan,” cuitnya disambut @Dar_Al_Islam_In. “Utangnya hanya bikin tambah kaya orang-orang yang sudah kaya.

Ga ada manfaat ke rakyat miskin yang tidak berdaya,” kicaunya. Akun @HelmiHelmimoze menyindir. “Utang Naik, Harga Pangan Naik = Pemerintah Pancilok!” cuitnya disamber @Saztrid. “Takkan terlupakan janji manismu.. Dulu berkata akan menolak utang #MenolakLupa,” kicaunya. Akun @congekeun menimpali. “Howreyy. Jokowi swasembada Utaang.” (rmol)