EKONOMI

Boyolali Ikon Sentra Bawang Merah Goreng

×

Boyolali Ikon Sentra Bawang Merah Goreng

Sebarkan artikel ini

Musim tanam di Boyolali dilakukan dua kali setahun yakni Oktober-Januari dan Februari-April.Sampai Oktober 2018 telah terealisasi tanam seluas 587 Ha dengan produksi 75.061 Ton.

Bahan baku bawang sebanyak 70–75 persen diperoleh dari Kabupaten Garut dan Kabupaten Batu-Malang dengan harga Rp 13.000 sampai Rp 14 ribu.Dari usaha olahan bawang merah, masing – masing kelompok bisa memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 3 ribu – per kg.

Bank bjb Tandamata

Bawang goreng curah tanpa spinner dijual kepada pengumpul dengan harga Rp 70 ribu per kg, kemudian pengumpul menjual kembali kepada warung-warung dan pedagang keliling.

Sedangkan bawang goreng grade A yang menggunakan spinner, dijual dengan harga Rp 90 ribu per kg ke produsen langsung. Selain itu kelompok tani ini juga menjual bentuk kemasan 85 gram yang dijual dengan harga Rp 9 ribu dan dipasarkan di kios atau warung sekitar.

Upaya peningkatan mutu produk olahan bawang goreng dan pendapatan kelompoktani, diselenggarakan melalui dana APBN 2018.

Pemerintah telah memberikan bantuan kepada kelompoktani Maju Tani berupa sarana peralatan pengolahan bawang merah terdiri atas alat pengupas, alat perajang, mesin penggorengan, alat peniris minyak (spinner), baskom, perlengkapan kompor, mesin pengemas, generator set, meja kerja dan sealer dengan gas.

Kelompok ini juga telah mengikuti bimbingan teknologi pengolahan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura tahun 2018 berikut pendampingan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Jawa Tengah.