RADARSUKABUMI.com – Wabah virus korona terus meluas dan makin mengkhawatirkan. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan 813 orang meninggal akibat virus asal Wuhan tersebut.
Jumlah korban meninggal 813 orang meninggal itu sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Minggu (9/2). Sementara untuk jumlah yang terinfeksi mencapai 37.552 orang secara global.
Sementara dilansir Channel News Asia, lebih dari 2.600 kasus baru. Hari ini, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan, ada 89 kematian baru akibat virus tersebut. Paling parah terjadi di provinsi Hubei. Total korban meninggal akibat virus korona mencapai 813 orang.
Jumlah kasus kematian akibat virus korona lebih tinggi dan bahaya daripada jumlah kematian yang disebabkan oleh virus Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Untuk SARS menewaskan 774 orang dalam kurun waktu 2002-2003 silam.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap, pada hari Sabtu (9/2) jumlah kasus yang dilaporkan setiap hari di Tiongkok masih stabil. Namun WHO menilai terlalu dini untuk mengatakan apakah virus ini telah mencapai puncaknya atau belum.
Seorang warga negara AS berusia 60 tahun yang didiagnosis mengidap virus korona meninggal pada hari Kamis (7/2) di Wuhan. Kondisi serupa juga dialami seorang pria Jepang berusia 60-an tahun. Dia diduga terinfeksi virus korona dan meninggal di rumah sakit Wuhan.
Sementara korban meninggal akibat virus korona di luar daratan Tiongkok yakni di Filipina dan Hongkong.
Tiongkok telah berjuang untuk menahan virus saat ini meskipun telah mengisolasi 56 juta orang di Hubei. Virus ini telah menyebar luas ke 20 negara, bahkan lebih. Hal itu mendorong banyak negara melarang penerbangan menuju maupun dari Tiongkok. (jpg)





