“Saya berharap bahwa kedepannya anak-anak ini bisa menjadi anak yang berkualita dan berakhlakul karimah, bukan pintar tapi tidak berakhlak atau pintar tidak bermoral, tetapi yang saya harapkan bahwa anak-anak ini pintar, pandai, berakhlak dan bermoral. Nah sehingga tawuran- tawuran ini bisa dihindari,” timpalnya.
Ketika disinggung mengenai penyebab maraknya tawuran pelajar. Ridwan menjawab, hal tersebut terjadi karena berbagai faktor. Salah satu diantaranya karena perbedaan sistem pendidikan yang saat ini dengan sistem pendidikan dahulu. Terlebih, ia menilai pendidikan saat ini menuju ke arah liberalis yang memiliki arti, para pelajar mempunyai kesempatan dan kebebasan.
“Nah, sehingga kebebasan ini mereka gunakan untuk kebebasan ke arah yang negatif,” pungkasnya. (den/d)






