BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Sudah Saatnya SCG Dievaluasi?

Untuk itu, warga menilai perusahaan asal Thailand tersebut, sudah melanggar aturan Andalalin. Kuat dugaan tersebut, setelah warga melakukan protes terhadap pemerintah daerah terkait aktivitas PT SCG yang kerap meresahkan warga, hingga persoalannya masuk ke ranah Mahkamah Aguang (MA) pada 2017 lalu.

“Saya mengetahui bahwa PT SCG ini tidak memiliki Andalalin, saat kami berada di MA. Waktu itu, kami mempersoalkan terkait IMB dan Amdal. Ternyata, saat kami lihat Andalalin yang merupakan salah satu dokumen penunjang untuk terbitnya IMB, PT SCG itu tidak memilikinya. Bahkan, pembangunan tata ruang perusahaan juga banyak yang tidak sesuai dengan prosedur.

Seperti tembok pembatas jalan dan minimnya rambu-rambu lalu lintas yang berada di sepanjang jalan raya pelabuhan II, tepatnya di depan PT SCG,” paparnya.

Hal serupa dikatakan Edjang Sihabbudin (69) warga Kampung Pasirmalang, RT 1/6, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh. Ia mengatakan, warga Desa Kebonmanggu dan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh yang tergabuang dalam wadah Forum Warga Sirnaresmi Melawan (FWSM) merasa dibohongi oleh PT SCG. Sebab, sejak beridirinya perusahaan tersebut, warga tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan.

“Warga disini tidak pernah menandatangani surat perizinan untuk berdirinya PT SCG. Sebab, warga mengetahui dalam aktivitas perusahaan itu, akan menimbulkan bencana. Seperti polusi udara, kebisaingan dan lainnya. Hal ini terbukti, baru beberapa tahun saja, udara yang sebelumnya sejuk, saat ini berubah menjadi gersang, sumur warga menyusut. Bahkan, tidak sedikit warga yang rumahnya berada disekitar lokasi pabrik mengalami penyakait gatal-gatal dan sesak napas,” tandasnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button