JAKARTA— Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memang sudah resmi merekomendasikan Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024. Tetapi, keputusan pribadi Mega tersebut masih belum disusul surat mandat penugasan kepada petahana yang disapa Jokowi itu. Namun, Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan, surat mandat merupakan satu hal teknis yang tidak perlu dipersoalkan. “(Surat mandat) itu teknis,” kata Andreas melalui pesan singkat Jumat (2/3).
Ketika ditanya kapan waktunya mandat tersebut akan diberikan, Andreas enggan menjawab dan menyerahkan sepenuhnya soal itu kepada Megawati. “Ibu sendiri yang akan mengumumkan,” ujar Anggota Komisi I DPR RI itu.
Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan di Bali lalu menghasilkan rekomendasi tunggal yaitu Joko Widodo sebagai calon presiden yang diusung pada Pilpres 2019. Namun, rekomendasi itu belum bisa dibilang final. Masih ada kemungkinan bahwa nama Jokowi diumumkan “lebih pagi” oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, demi mendongkrak elektabilitas calon-calon yang diusung PDIP dalam Pilkada Serentak 2018.
Apalagi, Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri, mengakui bahwa pengumuman Jokowi sebagai Capres 2019 itu keluar dari kesepakatan awal yaitu tidak ada penetapan nama capres dalam Rakernas. Ia menegaskan, penyebutan nama Jokowi saat penutupan Rakernas merupakan keputusan pribadi Mega. (ald/rmol)





