SUKABUMI – Pasca ambruknya bangunan ruang kelas V milik SDN Tipar di Kampung Tipar, RT 14/3, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, memaksa puluhan siswa di sekolah tersebut harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras sekolah.
Hal itu dilakukan karena seluruh bagian atap, seperti bajaringan dan asbes berjatuhan.
“Sebanyak 27 siswa kelas V harus rela mengikuti KBM di teras ruang kantor dengan cara lesehan,” jelas Operator SDN Tipar, Encep Maulana saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (13/11).
Bangunan Ambruk, KBM Terganggu
Pihaknya merasa prihatin melihat puluhan siswa kelas V harus rela melakukan proses KBM dengan cara lesehan.
“Terlebih lagi, saat ini tengah memasuki cuaca ekstrim. Sehingga, kalau lagi hujan teras basah karena air hujan masuk,” ujarnya.
Pihak sekolah terpaksa melakukan proses KBM di teras kantor sekolah tersebut, lantaran bangunan lokal kelas yang dimiliki SDN Tipar tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada.





