Meninggal sekitar jam 8 malam lebih, dimakamkan sekitar jam 11 malam oleh petugas,” paparnya.
Hilmi membenarkan, bahwa memang jenazah warganya itu dibungkus plastik dan menggunakan peti.
Karena itu, keluarga meminta makam dibongkar kembali, petinya diangkat dan plastik yang membungkus jenazah dilepas.
“Sehingga yang didalam makam itu hanya jenazah dibungkus kain kafan saja,” ungkapnya.
Hilmi menambahkan, Pemdes Warnajati bersama Desa Pamuruyan kemudian dari pihak Puskemas Sekarwangi, Direktur RSUD Sekarwangi, Bhabinkamtibmas Pamuruyan serta Satpol PP kecamatan sudah meninjau ke makam tersebut.
“Dari kemarin kami sudsh melakukan peninjauan lapangan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang maksud tujuan melakukan pembongkaran makam ini.
Intinya untuk menyempurnakan posesi pemakaman sesuai dengan syariat,” pungkasnya. (bam)






