KABUPATEN SUKABUMI

Rumah Alat Rias di Cibadak Terbakar

×

Rumah Alat Rias di Cibadak Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran pamuruyan Cibadak
Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar rumah alat rias di Kampung Johor, RT 02/RW 13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak

SUKABUMI – Satu unit rumah milik warga di Kampung Johor, RT 02/RW 13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, lades terbakar pada bagian atap dan lantai bawah akibat diamuk si jago merah, Jumat (27/6) sekitar pukul 13.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sempitnya akses jalan sempat menyulitkan armada pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian.

bank BJB

Kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan milik Lim Halimah itu sempat memicu kepanikan warga sekitar. Titik api diduga pertama kali muncul dari bagian bawah rumah sebelum dengan cepat merembet dan melalap bagian atap bangunan.

Anak pemilik rumah, Ritolosita (51), mengaku menjadi orang pertama yang menyadari kebakaran tersebut. Saat kejadian, dirinya baru saja selesai menunaikan ibadah salat di lantai bawah rumah. Awalnya, ia mendengar suara gemuruh mencurigakan yang dikira berasal dari kontrakan sekitar, namun saat diperiksa, sumber api justru berasal dari bagian belakang rumah ibunya.

“Saya awalnya lagi duduk di bawah, baru selesai salat. Tiba-tiba dengar suara seperti kebakaran. Saya kira dari kontrakan, pas dicek ternyata bukan. Begitu lihat ke belakang, ada asap dan api kecil dari bawah. Tidak lama api langsung membesar sampai ke atas,” ujar Ritolosita.

Menurut Ritolosita, rumah tersebut selama ini hanya dihuni oleh ibunya seorang diri. Ketika api mulai berkobar, sang ibu diketahui tengah tertidur pulas di dalam kamar. Beruntung, teriakan histeris Ritolosita langsung memecah keheningan dan memancing kesigapan warga sekitar untuk datang memberikan pertolongan.

“Alhamdulillah warga langsung datang membantu. Anak-anak naik ke atas, ada selang dan air. Semua bergerak cepat, termasuk tetangga, pemuda, dan aparat desa. Jadi api tidak sampai menghanguskan seluruh rumah,” paparnya.

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Sarip Hidayat, membenarkan insiden yang terjadi di wilayahnya tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, material di dalam rumah yang sebagian besar merupakan perlengkapan alat rias pengantin disinyalir menjadi pemicu cepatnya api membesar.

“Api mulai dari sebelah bawah lalu dengan cepat merembet ke atas hingga atap. Di bawah rumah ini banyak bahan yang mudah terbakar, karena di dalamnya juga ada perlengkapan alat rias pengantin,” jelas Ujang.

Pihak pemerintah desa mengapresiasi tinggi solidaritas warga serta keterlibatan karyawan PT Java yang ikut membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke lokasi. Sinergi ini dinilai berhasil meminimalisasi kerusakan sebelum armada pemadam tiba.

Kendati demikian, tantangan berat dihadapi oleh tim evakuasi. Komandan Pos Pemadam Kebakaran Cibadak, Iyep Yosepa, mengungkapkan bahwa mobil pemadam tidak dapat masuk lantaran lokasi kebakaran yang terisolasi dari jalan utama.

“Lokasi kebakaran cukup jauh dari jalan, jadi unit mobil standby di jalan. Tim masuk ke lokasi menggunakan motor taktis atau motis. Alhamdulillah dengan motis dan memanfaatkan sumber air dari bak mandi warga sekitar, kebakaran bisa segera ditanggulangi,” kata Iyep.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib.

Kerugian material pun masih dihitung oleh instansi terkait. Menghadapi musim kemarau, pihak Damkar mengimbau warga Sukabumi untuk rutin mengecek instalasi listrik berstandar SNI dan menghindari aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan. (Den)